"Cuaca dingin masih membayangi dan belum akan beranjak," kata John Kilduff, mitra di Round Earth Capital, sebuah hedge fund yang berbasis di New York yang memfokuskan pada investasi di bidang komoditas energi dan makanan.
Kontrak minyak untuk pengiriman Maret naik 70 sen dolar AS atau 1% ke level US$71,89 per barel di New York Mercantile Exchange (Nymex). Harga kontrak minyak ditutup di level US$71,19 pada 5 Februari, yang merupakan harga terendah sejak 15 Desember 2009. Kontrak berjangka ini sudah membukukan keuntungan sebesar 79% dalam setahun terakhir.
Perdagangan kontrak minyak menyentuh rekor volume harian sebanyak 1,12 juta kontrak pada Jumat pekan lalu, itu 94% di atas rata-rata dalam tiga bulan terakhir. Volume minyak yang diperdagangkan secara elektronik di Nymex adalah sebanyak 552.342 kontrak pada pukul 2.55 sore waktu New York. Ketika pasar perdagangan kontrak komoditas ini dibuka, langsung menarik sebanyak 1,13 juta kontrak.
Harga kontrak minyak pemanas untuk pengiriman Maret justru naik 1,07 sen dolar AS, atau 0,6%, ke level US$1,8855 per galon. Seperlima konsumsi minyak pemanas di AS berasal dari kawasan timur laut.
National Weather Service memprediksikan suhu akan berada di bawah normal dalam 6 hingga 10 hari ke depan untuk wilayah di sepanjang pesisir Timur, dari Florida hingga Maine.
"Cuaca sangat berangin dan dingin pada pekan ini akan tetap berlangsung dari bagian utara hingga selatan dan bagian barat tengah hingga pertengahan Atlantik. Badai baru kemungkinan akan merembet secara proporsional dari Washington dan Philadelphia ke New York dan kemungkinan juga ke Boston besok [Rabu]," kata Jim Rouiller, ahli meteorologi energi senior di Planalytics Inc di Wayne, Pennsylvania.
EarthSat Energy Weather MDA Federal IncWashington memperkirakan suhu udara di Washington bakal 10 derajat Fahrenheit, atau minus 12 derajat Celcius, di bawah normal pada 14 Februari, sedangkan suhu udara di New York 8 derajat lebih rendah dari normal pada 13 Februari.
Sumber : Bisnis Indonesia